Minta Pacar Nyepong Di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - Indo18 Now

“Syaratnya satu,” bisiknya. “Kamu janji besok anter aku belanja ke pasar. Nggak boleh cancel.”

“Hmm?” Dinda menoleh. Wajahnya temaram kena cahaya senter HP-nya.

Aku mengangguk. “Makanya aku bilang, mumpung sepi. Besok kalau rame lagi, kamu pasti malu-malu.” Minta Pacar Nyepong di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - INDO18

“Bukan begitu,” aku coba meluruskan nada bicara. “Maksudku, kita udah lama nggak quality time . Aku cuma butuh… pelukan kamu. Sentuhan kamu. Yang bikin aku lupa semua penat.”

Dinda tertawa dan menggandeng tanganku. Kami berjalan meninggalkan taman, meninggalkan bangku basah dan jejak kaki di tanah yang becek. “Syaratnya satu,” bisiknya

Dinda memejamkan mata. Aku mulai mengelus rambut panjangnya yang masih sedikit lembap. Kami berdua diam. Hanya suara jangkrik dan sesekali suara motor dari kejauhan.

“Deal,” jawabku cepat.

Aku tertawa kecil. “Nggak lah. Maksudku nyepong dalam arti manja. Kayak dulu pas awal pacaran. Kamu suka nyender di pangkuanku sambil aku usap rambutmu.”

Lima menit kemudian, Dinda akhirnya menggeser tubuhnya lebih dekat. Tangannya yang dingin meraih tanganku. Wajahnya temaram kena cahaya senter HP-nya

“Din… kamu mau… nyepongin aku? Di sini? Mumpung lagi sepi.”