Fsdss-874 Kasih Paham Rudalku Terhadap Teman Kerja Cantik Mami Mashiro - Indo18 -

Aku menatapnya, hati berdegup kencang. “Aku… kadang merasa terjebak antara pekerjaan dan… perasaan yang tidak jelas.”

Aku menatapnya, melihat kejujuran yang mengalir di matanya. “Terima kasih, Mami. Aku rasa… ini adalah awal baru bagiku.”

Rasa takut bercampur dengan rasa ingin tahu. Aku mengangguk pelan, membiarkan diriku merasakan ketegangan yang memuncak. Setelah makan, kami memutuskan berjalan-jalan di taman kecil di belakang gedung. Malam sudah mulai menurunkan tirai bintang. Lampu-lampu jalan yang temaram menciptakan bayangan yang menari di antara dedaunan. Aku menatapnya, hati berdegup kencang

Mami Mashiro bukan sekadar “teman kerja cantik”. Dia adalah sosok yang memancarkan aura kehangatan dan misteri. Tingginya 170 cm, rambut hitam panjangnya selalu dibiarkan tergerai, dan mata cokelatnya seolah menembus tiap keraguan yang melintas di hati. Di kantor, dia dikenal sebagai “Mami” karena sifatnya yang peduli, selalu mengingatkan kami untuk istirahat, dan tak jarang menyiapkan kue untuk tim.

Mashiro menuntun langkahku ke sebuah bangku kayu yang menghadap ke kolam kecil. Kami duduk, saling berhadapan, menatap air yang berkilau. Suara gemericik air menambah keheningan yang hangat. Aku rasa… ini adalah awal baru bagiku

“Rudi,” bisiknya, “aku selalu memperhatikan kamu. Kamu tampak selalu fokus, tapi ada bagian dirimu yang masih tersembunyi.”

“Rasanya?” jawabku, meski sudah mengira. Malam sudah mulai menurunkan tirai bintang

Mata kami bertemu, dan dalam sekilas, aku merasakan sesuatu yang lebih dari sekadar rasa lapar. Ada getaran halus, seolah-olah setiap detik di antara kami mengandung energi yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Setelah menikmati beberapa set sushi, kami memesan sake hangat. Gelas kaca berkilau di tangan Mashiro, cahaya lampu menyorot kilauannya. Kami bersulang, “Kanpai!” seru kami serempak.

Saat aku membuka pintu ruang istirahat, dia sudah duduk di meja pojok, menatap laptop dengan senyum lembut. “Hai, Rudi. Aku dengar kamu suka makan sushi,” katanya, suaranya lembut seperti melodi piano.